TOP NEWS | GERHANA MATAHARI CINCIN 1 SEPTEMBER 2016

By Datin Kupang 31 Agu 2016, 23:24:05 WIB

TOP NEWS | GERHANA MATAHARI CINCIN 1 SEPTEMBER 2016

Gerhana Matahari Cincin (GMC)
Gerhana Matahari terjadi saat Matahari – Bulan – Bumi berada pada posisi segaris dan sejajar saat Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, atau saat fase Bulan baru. Akibatnya, cahaya Matahari akan terhalang untuk tiba di Bumi.  Pada saat terjadi gerhana Matahari, bayang-bayang Bulan akan membentuk kerucut umbra dan penumbra. Pengamat yang berada di kawasan penumbra tidak akan banyak mengalami perubahan karena sorot cahaya Matahari tidak akan mengalami perubahan drastis. Tapi cahaya yang diterima memang kurang dari 100% karena hanya sebagian cahaya yang tertutup oleh benda langit si pembentuk bayang – bayang.  Semakin dekat ke umbra maka semakin besar cahaya Matahari yang terhalangi.  Tapi, tidak setiap gerhana Matahari yang terjadi akan membuat Bumi mengalami gelap sempurna seperti layaknya malam hari.

Ada yang kita kenal sebagai Gerhana Matahari Cincin atau GMC. Saat GMC, Bumi tidak akan gelap total. Justru, penduduk Bumi akan melihat Matahari seperti cincin raksasa di langit saat seluruh permukaan Bulan menutupi permukaan Matahari. Artinya, Bulan hanya menutupi bagian tengah bundaran Matahari atau piringan Matahari tertutup oleh bundaran Bulan yang lebih kecil sebagai akibat dari variasi jarak Bumi – Bulan.

Tanggal 1 September 2016 diperkirakan akan terjadi Gerhana Matahari Cincin, dengan alur Gerhana Matahari Cincin melewati Samudra Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar, dan Samudra Hindia. Di Indonesia Gerhana ini dapat diamati pada sore hari menjelang Matahari terbenam berupa Gerhana Matahari Sebagian, yaitu di Kep. Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta,  dan Jawa Timur bagian barat.
 
Klik disini untuk unduh informasi selengkapnya.
View all comments

Write a comment