Data Gempabumi Tektonik Wilayah NTT tahun 2015

By Datin Kupang 01 Feb 2016, 15:09:02 WIBGempabumi

Data Gempabumi Tektonik Wilayah NTT tahun 2015

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di Selatan katulistiwa pada posisi 8.0 – 12.0 Lintang Selatan dan 118.0 – 125.0 Bujur Timur. Wilayah NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 674 pulau dengan 43 pulau telah berpenghuni sedangkan sisanya belum berpenghuni. Di wilayah NTT terdapat empat pulau besar, yaitu pulau Flores, Sumba, Timor dan Alor selebihnya adalah pulau-pulau kecil yang letaknya tersebar. Luas wilayah daratan Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 47.349,90 km2 dan luas wilayah perairan ± 200.000 km2.

Seismisitas gempabumi di NTT tahun 2015

Wilayah Nusa Tenggara Timur secara geografis berbatasan dengan Laut Flores di bagian Utara, dan Samudera Indonesia dan Benua Australia bagian Selatan. Wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya merupakan bagian dari kerangka sistem tektonik Indonesia. Daerah ini termasuk dalam jalur Pegunungan Mediteranian (TransAsiatic) dan berada pada zona pertemuan lempeng. Pertemuan kedua lempeng ini bersifat konvergen, dimana keduanya bertumbukan dan salah satunya, yaitu lempeng Indo-Australia yang menyusup ke dalam lempeng Eurasia. Batas pertemuan lempeng ini ditandai dengan adanya palung lautan (oceanic Trough), terbukti dengan ditemukanya palung disebelah selatan Pulau Timor yang dikenal dengan Timor through. Nusa Tenggara Timur secara phisiografi kepulauan, di bagian barat dibatasi oleh Nusa Tenggara Barat, di bagian timur oleh Busur Banda dan di bagian utara oleh Laut Flores dan di bagian selatan oleh Samudera Hindia. Secara geologi kepulaun ini terletak di pusat Busur Banda, yang terbentuk oleh rangkaian kepulauan gunung api muda. Secara tektonik, rangkaian gunung ini akibat subduksi lempeng indo-australia terhadap busur banda.
Pergerakan lempeng ini menimbulkan stuktur-struktur tektonik yang merupakan ciri-ciri sistem subduksi yaitu Benioff Zone, palung laut (oseanic through), punggung busur luar (outher arc ridge), cekungan busur luar (outher arc basin), dan busur pegunungan (Volcanic arc). Pergerakan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia mengakibatkan daerah-daerah di NTT sebagai daerah yang memiliki tingkat kegempaan yang cukup tinggi di Indonesia berkaitan dengan aktivitas benturan lempeng (platecollision). Back arc thrust membujur di Laut Flores sejajar dengan busur Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara dalam bentuk segmen-segmen, terdapat segmen utama maupun segmen minor. Pergerakan lempeng indo-australia terhadap Lempeng Eurasia juga mengakibatkan daerah antara Kepulauan Alor sampai dengan bagian utara kepulauan Timor (selat Ombai) sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat kegempaan yang cukup tinggi di Indonesia berkaitan dengan aktivitas benturan lempeng (plate collision). Fenomena sesar naik belakang busur kepulauan ini sangat menarik untuk diteliti dan dikaji mengingat sangat aktifnya dalam membangkitkan gempa- gempa tektonik di kawasan tersebut. Sesar ini sudah terbukti nyata beberapa kali menjadi penyebab gempabumi merusak karena ciri gempanya yang dangkal dengan magnitude besar. Berdasarkan data, sebagian besar gempabumi terasa hingga gempa merusak yang mengguncang Bali, Nusa Tenggara Barat, dan NTT disebabkan oleh aktivitas back arc thrust ini, dan hanya sebagian kecil saja disebabkan oleh aktivitas penyusupan lempeng.
Selain kerawanan seismik akibat aktivitas benturan lempeng, kawasan Alor dan Flores juga sangat rawan karena adanya sebuah struktur tektonik sesar naik busur belakang kepulauan yang populer dikenal sebagai back arc thrust. Struktur ini terbentuk akibat tujaman balik Lempeng Eurasia terhadap Lempeng samudra Indo-Australia. Fenomena tumbukan busur benua (arc-continent collision) diduga sebagai pengendali mekanisme deformasi sesar naik ini. Back arc thrust membujur di Laut Flores sejajar dengan Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara dalam bentuk segmen-segmen, terdapat segmen utama maupun segmen minor.
Selain rawan terhadap bencana gempabumi tektonik wilayah provinsi NTT juga rawan terhadap bahaya tsunami. Sejak 1814 sampai 2009 dari 27 gempa merusak tercatat 13 atau 48% gempa tersebut di sertai dengan gelombang tsunami. Dimana tsunami yang pertama tercatat pada tahun 1814 tsunami melanda wilayah perairan teluk kupang dan tsunami yang terakhir melanda NTT atau tsunami yang banyak menimbulkan korban jiwa terbesar yang tercatat terjadi pada tanggal 12 Des 1992 jam 13:29:25,0 Wita dengan pusat gempa 8,48 LS - 121,93 BT kedalaman 15 km dan kekuatan 7,5 skala Richter, dengan korban jiwa ribuan orang dan kerugian harta benda yang sangat besar. Dari data historis dapat di simpulkan bahwa seluruh wilayah perairan di provinsi NTT rawan terhadap bahaya gelombang tsunami (Peta Daerah Rawan Tsunami di Provinsi NTT).
Stasiun Geofisika Klas I Kupang sebagai Pusat Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Regional VIII dengan wilayah operasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya, saat ini mengoperasikan jaringan seismograph digital yang merupakan bagian dari jaringan pemantau gempabumi BMKG. Site seismik yang dioperasikan di wilayah NTT sebanyak 11 seimograph digital terdiri dari 2(dua) site sistem Jerman (GFZ) di Soe dan Maumere, 1 (satu) site CTBTO (BATI AS045) di Baumata Kupang dan 8 (tujuh) site sistem LIBRA BMKG di Larantuka, Ende, Labuan Bajo, Waikabubak, Waingapu, Baing, Atambua dan Alor. Kesepuluh site tersebut terhubung dengan VSAT sebagai komunikasi secara near realtime.
Di Regional VIII Pusat Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Kupang, di Jalan Cak Doko no 70 Oebobo Kupang, saat ini mengoperasikan sistem pengolah data gempabumi standar system Jerman (GFZ), yaitu Seiscomp 3.5 yang mengolah data seismik sebanyak 42 site seismik dari wilayah NTT dan dari wilayah lain di Indonesia dan juga dari site Australia dan Negara lainnya. Sistem pengolahan data Seiscomp 3.5 ini digunakan sebagai software utama pengolahan data gempabumi di Regional VIII Pusat Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Kupang. Dalam penyajian informasi kegempaan terutama gempabumi signifikan, Regional VIII Pusat Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Kupang menyajikan peta guncangan (shake map) standar BMKG.
Penyebaran data hasil analisa gempabumi berupa Berita Gempabumi menggunakan sistem desiminasi berupa pesan singkat (SMS), Faximile, website dan media sosial guna menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat, pemerintah daerah dan media masa. Hal ini sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan pelayanan prima.
Dalam periode tahun 2015, Stasiun Geofisika Klas I Kupang telah memantau dan menganalisa kejadian gempabumi yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya sebanyak 701 (tujuh ratus satu) kejadian gempabumi yang tersebar merata diseluruh wilayah NTT. Selama tahun 2015, terdapat 687 (enam ratus delapan puluh tujuh) kejadian gempabumi tidak dirasakan dan 14 (empat belas) kejadian gempabumi dirasakan dengan intensitas kurang dari VI MMI. Tidak ada peristiwa tsunami yang terjadi akibat gempabumi.

Selengkapnya di Buletin Gempabumi NTT Tahun 2015

View all comments

Write a comment